Senin, 18 Oktober 2010

Pesan Moral Buat PPP

Ahars Suleman, adalah Orang Senior Dalam PPP. Dia berkarier sebagai ketua DPC PPP kota Batam, Ketua DPW PPP Kepri, Wakil Ketua DPRD Kota Batam, DPRD I Kepri.


Bagaimana peluang PPP Dalam pemilu 2014 ?

Kalau kita selalu menyatakan bahwa PPP adalah Rumah Besar Umat islam. tempat bernaung dan berlindung seluruh komponen ummat islam, pertanyaannya dalam setahun berapa kali DPP PPP bersilaturrahim ke PB NU, Ke PP Parmusi, PP Muhammadiyah, PP Hidayatullah, PP Perti, PB Al jamiatul al washliyah,ke PP Matlaul Anwar dan lain sebagainya.

Saat ini bagaimana kita mengakomodir semua kader dari Ormas ormas islam itu di fungsikan di PPP, sebaliknya hampir semua kader kader tersebut kita pinggirkan dan termarginalkan. Yang muncul ke permukaan adalah kelompok kepentingan yang tidak jelas arah perjuangannya.
Kelompok ini adalah kelompok pragamatis yang hanya punya uang dan menang dalam pemilu legislatif, dipoles dengan sedikit berbuat baik kemudian berpakaian koko dan pakai kopiah dan sorban kemudian menyebut satu ayat dalam sambutannya kemudian dapatlah menjadi tokoh yang berpengaruh di PPP.

Ironinya hasad dan dengki serta iri hati dan permusuhan terus tumbuh dan berkembang di internal PPP padahal partai ini berbasis Islam. Anggaran dasar dan anggaran Rumah tangga serta berbagai petunjuk dalam SK yang dibuat sebelumnya diabaikan, dilanggar hanya mengakomodir keinginan kelompok kepetingan tersebut yang muaranya juga uang dan suap.
Mana ada lagi tokoh sentral di PPP yang ulama dan politisi yang dapat menjadi kebanggaan PPP. kita tidak punya sosok sehebat Amin Rais di PAN, Megawati di PDIP dan almarhum Gus Dur di PKB serta SBY di demokrat. PPP dipersimpangan jalan seperti layang layang putus, yang tergantung dari hembusan angin. memenangkan PPP di 2014 bukan persoalan yang gampang.
Karena itu yang perlu di hitung berapa jumlah Dai dan Ustaz yang kita miliki setiap desa dan kelurahan. PPP punya berapa pesantren dan madrasah yang berafiliasi ke PPP karena sudah pernah di bantu oleh PPP. data base tentang jumlah pemilih yang kita mapping sebagai acuan pencalonan seorang kader dalam pemilu legislatif mestinya 3 tahun sebelumnya sudah kita petakan. berapa banyak guru ngaji yang kita punya, berapa banyak majelis taklim yang kita bina. Kenapa bukan ini yang diurus oleh DPP PPP. mengapa hanya Pemilu kada ? Karena ada uangnya. Belum cukup dengan kekuasaan di pusat, merekapun berebut pengaruh dan uang di daerah. Ketika kader kader di daerah berjibaku dan berjuang memenangkan daerah tersebut sekalipun mereka tidak ada andil, tetapi ketika sudah berhasil, maka DPP lah yang berkuasa menentukan segalanya. dimana visi keummatan yang mau dimenangkan PPP saat ini. di senayan kita seperti kerbau yang di cocok hidung, tidak berdaya dan hanya manut. apa yang harus dibanggakan ke tengah tengah ummat sebagai rasa terima kasih PPP tidak ada sama sekali alias nol besar. Sekalipun DPP PPP tidak pernah buat ucapan pada saat hari raya Idul Fitri di media Publik yang bisa menjadi kebanggaan kader dan simpatisan PPP di daerah. nihil alias mengecewakan padahal itukan hari besar islam. Sungguh akumulasi ini harus menjadi perhatian agar DPP PPP dan seluruh komponen pengurus partai di Wilayah dan Daerah agar terus bermuhasabah dan berbenah diri untuk dapat menjadi partai milik umat islam terbesar dan tertua. sukses PPP KU maju terus PPP ku jaya terus PPP.

Marwan Usman semoga kita semuanya menyadari dari kader,anggota serta seluruh pengurus partai PPP akan gejala2 keterpurakan ppp kedepan,jagan kita menunggu keajaiban burung ABABIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar