Selasa, 24 Agustus 2010

Nasional

Tanggapan PPP: Pidato  SBY Tak Sentuh Pendidikan
Senin, Jakarta  - Wakil Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuzy menyesalkan pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak ada yang memberikan

gambaran pendidikan di Indonesia.

"Padahal kita tahu dana untuk pendidikan itu 20 persen dari APBN, jadi harusnya ini menjadi hal yang penting untuk diinformasikan," katanya di Jakarta, Senin.

Selain itu, ia menyayangkan presiden juga tidak menyentuh soal moral yang kini masyarakat sedang menghadapi banyak tantangan jaman.

"Masalah pornografi yang terus bergulir, dan dekadensi (penurunan) moral yang berkembang di masyarakat belum disentuh," katanya.

Selain itu, menurut dia, Presiden tidak memberikan pernyataan tegas terkait dengan

keagamaan.

"Kita ketahui dalam enam bulan terakhir masalah keagamaan memicu isu cukup kuat, dan hingga kini tekanan masih ada, namun sayang, Presiden tidak cukup menaruh perhatian dalam pidato kenegaraan kali ini dengan tidak ada pernyataan yang tegas terkait hal ini," katanya.

Padahal menurut dia, masalah keagamaan merupakan salah satu hal mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. "Ini merupakan salah satu dasar kita bernegara sesuai dengan Pancasila," katanya.

Presiden dalam pidato tersebut mengungkapkan masalah keagaamaan dalam satu paragraf panjang. Dalam pidatonya itu, Presiden menyatakan perlu menjaga dan memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Ia mengungkapkan masih adanya kasus-kasus yang tidak mencerminkan kerukunan, toleransi dan sikap saling menghormati di antara komponen masyarakat yang berbeda dalam identitas agama, etnis, suku dan kedaerahan.

"Keadaan demikian tidak boleh kita biarkan. Kita ingin setiap warga negara dapat menjalani kehidupannya secara tenteram dan damai, sesuai dengan hak yang dimilikinya. Inilah sesungguhnya falsafah "hidup rukun dan damai dalam kemajemukan". Inilah sesungguhnya makna utuh dari Bhinneka Tunggal Ika yang kita anut dan jalankan," kata Presiden.

Presiden menyampaikan pidato kenegaraan pada kali ini di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Hal ini merupakan pengalaman pertama pidato kenegaran yang disampaikan kepada DPR dan DPD secara bersama.

Buka Bersama PPP Selama Satu Bulan

Acara buka puasa bersama yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di jalan Diponegoro no. 60 Menteng Jakarta Pusat berlangsung hikmat. Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB mulai meriah saat adzan Maghrib berkumandang dan warga disekitar jalan Diponegoro sangat bersemangat ketika mendapat makanan dan minuman dari panitia.

Acara buka puasa bersama dihadiri oleh Ketua DPP PPP H. Ali Hardi Kiaidemak SH.Emron Pangkapi, dan pengurus Secara Bergantian seperti H. Rusdi Hanapi, Beliau mengatakan PP insya Allah akan melakukan buka puasa bersama selama satu bulan penuh. Beliau juga mengingatkan agar semua pihak saling mengasihi dan tolong-menolong tak hanya di bulan puasa saja tetapi setiap bulan.

Acara buka puasa bersama yang dilakukan oleh DPP PPP sudah berlangsung selama bulan puasa 15  hari dan warga di Jalan Diponegoro sangat senang sekali, jarena memperoleh kesempatan silaturaahmi bersama pimpinan dan sesama kader. Acara buka puasa ini juga dihadiri oleh pengurus Dpc di Jakarta dan sekitarnya.
Kemarin, juga diadakan buka puasa di kediaman Menteri Agama Suryadharma Ali, yang juga ketua umum PPP.



DPW PPP Riau Dukung Mursini Cabup Kuansing




Pekanbaru  DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuantan Singingi wacanakan  usung Mursini sebagai calon bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 2011 mendatang. Tidak hanya itu, PPP Kuansing juga sedang bergerilya mencari pasangan partai koalisi, untuk mengusung Mursini sebagai orang nomor satu di Kuansing tersebut.

Demikian dikatakan  DPW PPP Riau, Syarif Hidayat kepada wartawan Selasa, pekan lalu
Dijelaskan Syarif, keputusan untuk mengusung Mursini memang harus dilakukan. Sebab saat ini beberapa pernyataan dan sikap yang telah dicerminkan Sukarmis sejak satu tahun terakhir kepada Wakil Bupati Mursini telah terlihat. Bahkan kecendrungan, nahkoda yang selama ini justru pegang oleh mursini yang terkenal dengan intelektualitasnya telah diambil alih. Segala agedan yang bersifat ke masyarakat selalu dilakukan Sukarmis sendiri. Sementara Mursini hanya diberikan tugas ke luar daerah. Kondisi ini amat berbeda dengan satu tahun sebelumnya.

''Kita melihat Mursini yang juga kader PPP telah mulai ditinggalkan. Sikap dan pernyataan yang cukup ketara tersebut mau tidak mau PPP harus menentukan sikap. Jika tidak, PPP akan terus ditinggalkan,'' kata Syarif Hidayat yang juga Ketua Komisi D DPRD Riau.

Alasan lain bahwa PPP mulai ditinggalkan, adanya pernyataan Sekdakab Kuansing yang mengaku telah dilirik Sukarmis serta telah didukung mayoritas partai di DPRD Kuansing. Bahkan sikap Sekda sejak satu terakhi ini pun mulai melakukan agenda politiknya melalui berbagai acara.

Terkait rencana melakakukan koalisi bersama partai lainnya, Syarif menegaskan bahwa telah ada beberapa partai yang siap maju bersama untuk mengusung nama Mursini. Namun siapa saja partai yang dimaksud, Syarif tidak merincikannya. ''Memang saat ini kita sedang mencapai kesepakatan dengan PAN Kuansing, tapi belum final. Namun yang jelas beberapa partai lainnya juga akan menyusul,'' jelasnya.

Pada tingkat partai terang Syarif, saat ini DPW PPP telah melakukan kesepakatan kepantasan dan kepatutan. Dimana diantara nama-nama yang dicalonkan untuk Pilkada Kuansing Mursini lebih mewakili baik dari segi kepantasan mau pun kepatutan.

''Jika nanti memang harus berpisah, kita tidak khawatir bersaing dengan incumbent. Karena kita tahu, Mursini adalah figur yang mempunyai intelektualitas tinggi,'' ujar Syarif lagi.

TERKAIT:


  • KPUD Butuh Anggaran 13.8 Miliar





  • KPU Rohil Usulkan Dana Rp18 Miliar





  • Husni Thamrin Dekati Tiga Partai Besar




  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar